Sejarah Sel Surya

Source : www.extremetech.com

Sel surya biasa dikenal dengan istilah PV (Photovoltaics). Istilah “photovoltaics” sendiri berasal dari bahasa Yunani terdiri dari 2 kata, yaitu "phos" dan "volta". "Phos" berarti cahaya dan "volta" yang berarti listrik. Istilah ini telah digunakan dalam bahasa Inggris sejak 1849.

Efek photovoltaic pertama kali dikenal pada tahun 1839 oleh fisikawan Perancis berumur 19 tahun yang bernama A Edmund Becquerel. Solar cell dengan efisiensi 1% pertama kalinya dibuat dengan menggunakan wafer selenium oleh Charles Fritts. Pada tahun 1905, Albert Enstein memperoleh penghargaan nobel karena dapat menjelaskan photoelectric effect. Pada tahun 1957 perusahaan Hoffman Electronics mengajukan pantent untuk kebeberhasilan mereka dalam mencapai angka efisiensi sebesar 8%. Di tahun berikutnya satelit tenaga surya diluncurkan oleh U.S. Signal Corp dan beroperasi selama 5 tahun. Setelah mencapai efisiensi 10%, PV cells dapat dibeli secara bebas dipasaran. Di akhir pencapaiannya Hoffman Electronics mencapai efisiensi 14%. Tercatat pada tahun 1991, Presiden George W Bush meresmikan solar energy research institute menjadi U.S. Department of Energy’s National Renewable Energy Laboratory yang nantinya berkedudukan di Golden, Colorado.

Cara Kerja Sel Surya

Sel PV terdiri dari 2 lapisan semikonduktor seperti silicon. Satu lapisan tersebut terdiri dari lapisan positif dan yang lainnya terdiri dari lapisan negatif. Saat matahari muncul, sinar matahari yang mengandung partikel photon akan mengenai sel tersebut. Beberapa senyawa photon akan dipantulkan kembali dan ada yang diserap oleh sel tersebut. Saat lapisan negatif sudah cukup menyerap partikel photon, maka partikel electron pun dapat dilepaskan dari lapisan tersebut.

Pada saat beban listrik terhubung pada lapisan positif dan negative sel PV, partikel elektron pun akan mengalir ke beban listrik seperti (Lampu, AC, dll) dan menciptakan listrik. Listrik tersebut dapat dijadikan sebagai sumber listrik. Biasanya 1 lapisan sel dapat menghasilkan rata-rata 1-2 watt. Jadi jika ingin menghasilkan energi listrik yang lebih besar, maka perlu menggabungkan sel-sel tersebut menjadi modul surya. Modul tersebut dapat dirangkai seri ataupun parallel sehingga mendapatkan tegangan atau arus yang dibutuhkan. Kumpulan modul surya tersebut disebut dengan nama Array.